Home Kontak Galeri Agenda Link
Profil
CV
Artikel
Opini
Platform
Wawancara
Pidato

PRIVACY POLICY


Faisalbasri.com berkomitmen melindungi kerahasiaan jati diri Anda. Jika Anda diminta untuk menyertakan informasi personal, kami akan tetap menjaga kerahasiaannya dan hanya kami pergunakan untuk kepentingan berkomunikasi dengan Anda.

Kami akan menyampaikan berita terbaru dan perkembangan terkini melalui e-mail. Jika tak ingin memperoleh informasi lanjutan, silahkan kirimkan keberatan Anda ke admin@faisalbasri.com.

Seluruh komentar yang disampaikan ke situs ini akan dimoderasi. Kami berhak untuk menyortir atau mengedit isi pesan tanpa mengubah artinya. Namun, keseluruhan ini pesan tetap menjadi tanggung jawab pengirim.

Jika anda memberikan kontribusi uang tunai, kami akan tetap merahasiakan identitas Anda jika diminta. Ketentuan ini tak berlaku jika sudah memasuki tahapan pemilu dimana seluruh ketentuan mengenai dana kampanye harus tunduk pada peraturan yang berlaku.

Website lain yang memiliki link dengan faisalbasri.com memiliki pernyataan kerahasiaan masing-masing yang bisa dilihat pada situs yang bersangkutan.

Faisalbasri.com secara berkala akan memperbaharui privacy policy ini.

Untuk keterangan dan komentar silahkan mengontak kami melalui telepon atau e-mail.

Komunitas Kota Kita
Attn: Teddy Kroen

Jl. Bangka II C No 4
Pela Mampang, Jakarta Selatan
+62 21 7196924
+62 21 70693820

admin@faisalbasri.com
KUTIPAN
"Pemerintah seharusnya menciptakan regulasi yang mendorong industri ini berkembang dengan menawarkan harga lebih murah. Hal ini bisa dilakukan dengan memunculkan alternatif teknologi lebih baru dan murah."
Fasri Bari, menanggapi monopoli dalam bisnis telekomunikasi di tanah air


"Jadi sektor riil tidak bergerak bukan karena suku bunga saja kan. Orang yang sudah diberi pinjaman tapi tidak diambil (undisbursed loan) juga tinggi."
Faisal Basri, mengomentari tak bergeraknya sektor riil


"Audit harus dilakukan untuk menghindari permainan curang antara petugas pajak dengan wajib pajak,"
Faisal Basri menanggapi usulan agar BPK diperbolehkan melakukan pemeriksaan terhadap hasil penerimaan pajak Dirjen Pajak


Lagi-lagi, ini cara pandang nyudutin orang kecil sebagai sumber masalah
Faisal Basri, tatkala dimintai komentar mengenai rencana pembatasan sepeda motor melalui jalur protokol.


"Jangan sampai masalah-masalah seperti penyelundupan, harga energi yang tinggi, serta ketersediaan bahan baku justru menghambat industri nasional. Ini pekerjaan rumah yang tergolong vital dan harus segera dibenahi tahun depan Kalau tidak, kapan lagi?”
Faisal Basri, mengomentari belum konkritnya kebijakan perindustrian nasional


"Alasannya, harga pembangunan kilang masih mahal sehingga marjin keuntungan yang didapat tidak sebanding. Lha, kalau tidak bangun sekarang lalu mau tunggu kapan lagi, sementara harga minyak terus naik dan kita terus terusan bergantung pada impor"
Faisal Basri, mengomentari Sikap Pertamina menunda pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur


"Daripada membangun banyak rumah sakit bertaraf internasional, adalah jauh lebih penting untuk melatih dan merancang sitem cara hidup yang sehat bagi masyarakat."
Faisal Basri dalam acara "Gubernur Kita" di Jak TV, 23 Nov 2006.


Akar masalahnya adalah ketidakmampuan bangsa ini untuk menyediakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah orang miskin
Faisal Basri mengomentari operasi Yustisi yang dilakukan pemda Jakarta. Ini dikatakannya di acara halal untuk jakarta, Sabtu (11/11).


Kuncinya pada kebijakan yang tidak pernah terfokus. Semua serba spontan. Dari minyak tanah menjadi briket batu bara. Lalu, kebijakan diubah lagi menjadi gas elpiji,"
Faisal Basri, menanggapi kebijakan konversi energi yang digagas pemerintahan SBY (kompas, 27 Oktober 2006).


"Jika yang baru merangkak disuruh melawan yang sudah mapan, ya pasti keteteran. Ini kan ibaratnya david lawan goliath,"
Faisal Basri, mengomentari liberalisasi perdagangan komoditi pangan, di Jakarta, Rabu (18/10) lalu.


"Penyakit orang kita kalau meniru itu kulitnya saja. Bus Way itu hanya salah satu dari 4 pilar revitalisasi kota Bogota. Masih ada tiga lagi kebijakan terkait. Yaitu, penataan pemukiman, memberi tempat yang luas bagi pejalan kaki, dan membuat jalan khusus untuk sepeda yang mencapai 20 kilometer. Jadi empat kebijakan itulah yang membuat kota itu nyaman",
Faisal Basri dalam acara Launching program acara TV "Gubernur Kita" di Jak TV, 5 Oktober 2006


Kalau mengurus sampahnya saja nggak becus, gimana bisa ngurus manusia?
Faisal Basri, dalam acara dialog dengan jajaran PAC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Jumat (15/9) malam
© 2006 FaisalBasri.com. All Right Reserved. Please read our Privacy Policy.