|
|
KOMENTAR
 |
 |
 |
Page |
|
of 11 |
 |
 |
 |
 |
Found 101 item(s) |
Yahdi
Hallo Mas Faisal. Mas, salam kenal dari saya Yahdi. Dan saya salut dengan komitmen Mas selama ini, dan juga dengan idealisme Mas, dan juga perjuangan Mas dalam pilkada ini. Walaupun akhir terjegal dengan undang2 sekarang. Tapi semoga Anda dapat tetap berjuang terus di luar dari pemerintahan yang korup ini.
Sekali lagi semoga Tuhan memberkati Mas, dan diberikan kesehatan dan kekuatan dariNya.
Sukses... |
Galih Permata
Pajak yang kita bayar lari kemana saja ?
Setiap tahun kita membayar pajak kendaraan bermotor tetapi jalanan disekitar kita rusak berat. Boro-boro untuk pelebaran jalan untuk perbaikan saja tidak. Menunggu warga protes dulu baru dilaksanakan. Setiap bulan gaji kita dipotong pajak untuk apa saja ya uang yang kita setor ? Setiap makan direstaurant atau menginap di hotel kita dikenakan pajak juga, kemana ya larinya uang itu ?? Selain itu setiap belanja kita juga dikenakan pajak penambahan nilai.
Kita semuanya hanya diperlakukan sebagai obyek pajak... Tetapi gak jelas dikemanakan pajak yang kita bayar karena tidak ada transparasinya kepada masyarakat umum.
Kalau setiap bulan kita dikenakan pajak penghasilan tentunya setiap kita membeli barang yang dikenakan pajak kita bisa mensubtitusikannya.Jadinya secara perorangan kita hanya punya setoran pajak (out), nah untuk pajak (in) nya apa ??? tidak bisa terlaksana. Harusnya semua bukti-bukti pembayaran pembelian barang kena pajak bisa kita kumpulkan dan tiap tahunnya bisa kita laporkan ke kantor pajak untuk dikurangkan ke pajak penghasilan kita. Itu baru namanya fair. di Eropa hal ini sudah biasa dilakukan oleh setiap rumah tangga. Kapan di Indonesia bisa diterapkan ?? Ataukah sebenarnya kita bisa melakukan hal itu, hanya saja kita tidak tahu caranya ?? Atau tidak dimasyarakatkan ! Kalau diperusahaan-perusahaan penghitungan pajak in dan out dilakukan tiap tahun, nah bagaimana dengan pajak pribadi perorangan ??? |
Sparta
| Bang Faisal, Anda pantas jadi presiden RI seperti presiden IRAN sekarang Ahmad D, berani, pintar dan jujur, dan harus sering-sering mengunjungi rakyat bawah,.. selamat sukses selalu, jangan masuk partai bang, kalo bisa calon presiden yang independen aja... |
Pahruni
| salut ya dengan tulisan dan berbagai pernak-pernik yang ada pada mas faisal basri |
Akif Fadli S
| Assalamualaikum wr.wb. buat bang julio, apabila bang faisal tidak masuk ke dalam sistem, bagaimana bisa dia merubah sistem tsb?saya mendukung perubahan yang akan dibawa oleh bang faisal, asalkan beliau sudah memiliki sumber power yang tepat (sekutu, sumber daya, keahlian) sehingga dia bisa menjaga diri ketika masuk ke dalam sistem |
Julio
Ass. Wr.Wb. bang faisal, sebaiknya anda tdk usah bergabung dengan pemerinth, karena saya khawatir, orang sebaik anda apabila bergabung justru akan ikut termakan sistem yang buruk(korupsi). Lebih baik anda mengikuti jejak seperti Effendi Ghazali yang tidak mau turut bergabung. kalaupun anda bergabung dan tidk termakan (ikut) dlm sistm yang korup, dikhawatirkn nama baik anda akan jadi taruhannya, walaupun sbenarnya kenyataanya tidak seperti itu, atau juga usaha yang anda lakukan tidak maksiml karena tidak di dukung oleh individu yg lain (opportunity lost). wslm | |
Angga
| Maju terus bang faisal basri... saya setuju kalo abang jadi presiden RI.Pokoknya ayo terus |
Komering
| Saya mendukung bang faisal dan saya percaya akan kemampuan bang faisal dlm menangani segala masalah terutama yang berkaiyan dengan ekonomi..saya mengagumi bang faisal sejak bergabung dlm PAN |
Syahruddin
| Ide dan pemikiran Faisal Basri tepat untuk membangun Indonesia. Faisal intelektual yang perlu diberi kesempatan untuk memperbaiki negara. Do'a saya menyertai anda Bung. |
Asa
| Bagaimana caranya kita melawan World Bank ? |
|
 |
|
|
 |
|
|
| KUTIPAN |
"Pemerintah seharusnya menciptakan regulasi yang mendorong industri ini berkembang dengan menawarkan harga lebih murah. Hal ini bisa dilakukan dengan memunculkan alternatif teknologi lebih baru dan murah."
Fasri Bari, menanggapi monopoli dalam bisnis telekomunikasi di tanah air
"Jadi sektor riil tidak bergerak bukan karena suku bunga saja kan. Orang yang sudah diberi pinjaman tapi tidak diambil (undisbursed loan) juga tinggi."
Faisal Basri, mengomentari tak bergeraknya sektor riil
"Audit harus dilakukan untuk menghindari permainan curang antara petugas pajak dengan wajib pajak,"
Faisal Basri menanggapi usulan agar BPK diperbolehkan melakukan pemeriksaan terhadap hasil penerimaan pajak Dirjen Pajak
Lagi-lagi, ini cara pandang nyudutin orang kecil sebagai sumber masalah
Faisal Basri, tatkala dimintai komentar mengenai rencana pembatasan sepeda motor melalui jalur protokol.
"Jangan sampai masalah-masalah seperti penyelundupan, harga energi yang tinggi, serta ketersediaan bahan baku justru menghambat industri nasional. Ini pekerjaan rumah yang tergolong vital dan harus segera dibenahi tahun depan Kalau tidak, kapan lagi?”
Faisal Basri, mengomentari belum konkritnya kebijakan perindustrian nasional
"Alasannya, harga pembangunan kilang masih mahal sehingga marjin keuntungan yang didapat tidak sebanding. Lha, kalau tidak bangun sekarang lalu mau tunggu kapan lagi, sementara harga minyak terus naik dan kita terus terusan bergantung pada impor"
Faisal Basri, mengomentari Sikap Pertamina menunda pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur
"Daripada membangun banyak rumah sakit bertaraf internasional, adalah jauh lebih penting untuk melatih dan merancang sitem cara hidup yang sehat bagi masyarakat."
Faisal Basri dalam acara "Gubernur Kita" di Jak TV, 23 Nov 2006.
Akar masalahnya adalah ketidakmampuan bangsa ini untuk menyediakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah orang miskin
Faisal Basri mengomentari operasi Yustisi yang dilakukan pemda Jakarta. Ini dikatakannya di acara halal untuk jakarta, Sabtu (11/11).
Kuncinya pada kebijakan yang tidak pernah terfokus. Semua serba spontan. Dari minyak tanah menjadi briket batu bara. Lalu, kebijakan diubah lagi menjadi gas elpiji,"
Faisal Basri, menanggapi kebijakan konversi energi yang digagas pemerintahan SBY (kompas, 27 Oktober 2006).
"Jika yang baru merangkak disuruh melawan yang sudah mapan, ya pasti keteteran. Ini kan ibaratnya david lawan goliath,"
Faisal Basri, mengomentari liberalisasi perdagangan komoditi pangan, di Jakarta, Rabu (18/10) lalu.
"Penyakit orang kita kalau meniru itu kulitnya saja. Bus Way itu hanya salah satu dari 4 pilar revitalisasi kota Bogota. Masih ada tiga lagi kebijakan terkait. Yaitu, penataan pemukiman, memberi tempat yang luas bagi pejalan kaki, dan membuat jalan khusus untuk sepeda yang mencapai 20 kilometer. Jadi empat kebijakan itulah yang membuat kota itu nyaman",
Faisal Basri dalam acara Launching program acara TV "Gubernur Kita" di Jak TV, 5 Oktober 2006
Kalau mengurus sampahnya saja nggak becus,
gimana bisa ngurus manusia?
Faisal Basri, dalam acara dialog dengan jajaran PAC
PDI Perjuangan Jakarta Utara, Jumat (15/9) malam |
|
|
 |
|