Home Kontak Galeri Agenda Link
Profil
CV
Artikel
Opini
Platform
Wawancara
Pidato

AGENDA


First page Previous page Page
of 24 Next page Last page Found 232 item(s) 

Minggu, 15 April 2007, Pkl. 14.00-17.00
Silaturahmi dengan sukarelawan Komunitas Kota kita (volunteer for faisal basri) di Jakarta Media Center, Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih,Jakarta Pusat
Kamis, 26 Maret 2007
Memberikan ceramah dalam sejumlah acara di Jerman
Selasa, 20 Maret 2007, Pkl. 14.30
Konvensi Nasional SDM Indonesia “SDM Indonesia: Masalah Daya Saing & Produktivitas Nasional, Apa yg Salah ?”.
Jumat, 16 Maret 2007, Pkl. 19.30
Interaktif Dinamika Jakarta bersama LPPM Univ.Muhammadiyah Jakarta “Konsep Ideal membangun dan menata Jakarta
Kamis, 15 Maret 2007, Pkl. 19.00
Dialog Interaktif GNPK Palembang “ Proyeksi Pemetaan Potensi Korupsi di Tingkat Pemerintah kabupaten dan Kota di Palembang
Minggu, 11 Maret 2007, Pkl. 09.00- 14.00
Menjadi pembicara dalam acara dialog interaktif GNPK Riau yang bertema "Bersama mencegah dan Memberantas Korupsi" di Pekan baru.
Sabtu, 10 Maret 2007, Pkl. 09.00 - 12.00
Menjadi narasumber dalam acara pelatihan "Penguatan pemahaman dan Penyebaran nilai-nilai sosial demokrasi" di Kaliurang, Yogyakarta
Jumat, 9 Maret 2007, Pkl. 14.00
Menjadi pembicara dalam acara bedah buku Saurip Kadi di Fisip Depok
Kamis, 8 Maret 2007, Pkl. 18.30
Menghadiri acara ramah tamah dengan anggota KPPU baru
Kamis, 8 Maret 2007, Pkl. 14.00
Menjadi narasumber dalam seminar yang diselenggarakan BPH Migas
KUTIPAN
"Pemerintah seharusnya menciptakan regulasi yang mendorong industri ini berkembang dengan menawarkan harga lebih murah. Hal ini bisa dilakukan dengan memunculkan alternatif teknologi lebih baru dan murah."
Fasri Bari, menanggapi monopoli dalam bisnis telekomunikasi di tanah air


"Jadi sektor riil tidak bergerak bukan karena suku bunga saja kan. Orang yang sudah diberi pinjaman tapi tidak diambil (undisbursed loan) juga tinggi."
Faisal Basri, mengomentari tak bergeraknya sektor riil


"Audit harus dilakukan untuk menghindari permainan curang antara petugas pajak dengan wajib pajak,"
Faisal Basri menanggapi usulan agar BPK diperbolehkan melakukan pemeriksaan terhadap hasil penerimaan pajak Dirjen Pajak


Lagi-lagi, ini cara pandang nyudutin orang kecil sebagai sumber masalah
Faisal Basri, tatkala dimintai komentar mengenai rencana pembatasan sepeda motor melalui jalur protokol.


"Jangan sampai masalah-masalah seperti penyelundupan, harga energi yang tinggi, serta ketersediaan bahan baku justru menghambat industri nasional. Ini pekerjaan rumah yang tergolong vital dan harus segera dibenahi tahun depan Kalau tidak, kapan lagi?”
Faisal Basri, mengomentari belum konkritnya kebijakan perindustrian nasional


"Alasannya, harga pembangunan kilang masih mahal sehingga marjin keuntungan yang didapat tidak sebanding. Lha, kalau tidak bangun sekarang lalu mau tunggu kapan lagi, sementara harga minyak terus naik dan kita terus terusan bergantung pada impor"
Faisal Basri, mengomentari Sikap Pertamina menunda pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur


"Daripada membangun banyak rumah sakit bertaraf internasional, adalah jauh lebih penting untuk melatih dan merancang sitem cara hidup yang sehat bagi masyarakat."
Faisal Basri dalam acara "Gubernur Kita" di Jak TV, 23 Nov 2006.


Akar masalahnya adalah ketidakmampuan bangsa ini untuk menyediakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah orang miskin
Faisal Basri mengomentari operasi Yustisi yang dilakukan pemda Jakarta. Ini dikatakannya di acara halal untuk jakarta, Sabtu (11/11).


Kuncinya pada kebijakan yang tidak pernah terfokus. Semua serba spontan. Dari minyak tanah menjadi briket batu bara. Lalu, kebijakan diubah lagi menjadi gas elpiji,"
Faisal Basri, menanggapi kebijakan konversi energi yang digagas pemerintahan SBY (kompas, 27 Oktober 2006).


"Jika yang baru merangkak disuruh melawan yang sudah mapan, ya pasti keteteran. Ini kan ibaratnya david lawan goliath,"
Faisal Basri, mengomentari liberalisasi perdagangan komoditi pangan, di Jakarta, Rabu (18/10) lalu.


"Penyakit orang kita kalau meniru itu kulitnya saja. Bus Way itu hanya salah satu dari 4 pilar revitalisasi kota Bogota. Masih ada tiga lagi kebijakan terkait. Yaitu, penataan pemukiman, memberi tempat yang luas bagi pejalan kaki, dan membuat jalan khusus untuk sepeda yang mencapai 20 kilometer. Jadi empat kebijakan itulah yang membuat kota itu nyaman",
Faisal Basri dalam acara Launching program acara TV "Gubernur Kita" di Jak TV, 5 Oktober 2006


Kalau mengurus sampahnya saja nggak becus, gimana bisa ngurus manusia?
Faisal Basri, dalam acara dialog dengan jajaran PAC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Jumat (15/9) malam
© 2006 FaisalBasri.com. All Right Reserved. Please read our Privacy Policy.